Follow gue...!!!

Friday, 10 June 2016

Dunia Makin Gila Ayah Cabuli Putri Kandung yang Masih Bayi 3,5 Tahun

Share on :



SUNGAILIAT, BN Pelaku pencabulan terhadap bocah perempuan tiga setengah tahun di Sungailiat, Bangka ternyata adalah ayah kandung sang bocah sendiri.

Aksi bejat ayah pada bayi kandung diungkap kepolisian dalam jumpa pers yang di Polres Bangka, Kamis (9/6) kemarin.

Kisah tragis ini bermula sejak Anca (31)--sebelumnya diinisialkan dengan NV alias AC bercerai dengan istrinya, NH (29), enam bulan silam.

Sejak berpisah dengan sang suami, NH terpaksa banting tulang, kerja mengais rejeki.

Sementara mantan suami, Anca, belum juga mendapat pekerjaan alias masih menganggur.

Walau tak hidup serumah lagi, namun NH dan Anca, tak pernah membatasi ruang gerak anak mereka (korban) sebut saja namanya Bunga (3,5 bulan).

NH tinggal di sebuah tempat di Kelurahan Sinarbaru, sedangkan Anca, tinggal di Lingkungan Rambak Kelurahan Jeliti Sungailiat.

Selama NH bekerja di luar rumah, anaknya, Bunga sering dititipkan pada sang ayah, Anca. Namun kondisi itu dimanfaatkan oleh ayah kandung bejad tadi.
Dia tega menghancurkan mahkota putri kandungnya sendiri.

Sepulang dari rumah ayahnya, bocah cilik kerap mengeluhkan sakit di kemaluan, terutama saat akan buang air kecil. Keadaan itu membuat sang ibu, NH, curiga.
Merasa penasaran, sang ibu meminta korban bercerita. Betapa hancurnya perasaan NH ketika tahu ulah mantan suaminya. Terlebih korban merupakan anak kandung mereka, NH-Anca.

NH sempat membawa putrinya ke Puskesmas Sungailiat untuk visum. Dia juga melaporkan kasus ini ke Polres Bangka. Tak lama berselang, polisi menangkap Anca, saat pria itu usai mandi di rumahnya di Lingkungan Rambak.

Kabag Ops Kompol Ridwan Rajadewa didampingi Kasat Reksrim AKP Andi Purwanto saat jumpa pers kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/6) memastikan bahwa status Novriansyah alias Anca merupakan ayah kandung korban.

"Tersangka kami jerat menggunakan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Rajadewa mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana.

Sementara itu saat jumpa pers, sang ayah bejad ikut dihadirkan oleh polisi ke hadapan wartawan. Tersangka dan barang bukti ditunjukkan oleh pihak kepolisian sebagai bukti penanganan kasus ini sedang bergulir.

Saat jumpa pers, Kasat Reskrim AKP Andi Purwanto sempat nyeletuk bertanya pada tersangka kenapa dia tega melakukan hal itu pada putri kandung sendiri.
"Khilaf pak," kata Anca, mengeluarkan jawaban dalam intonasi suara lemah, nyaris tak terdengar.
Kakek Korban Marah Besar
Kakek kandung korban tampak beringas saat melihat sosok tersangka Anca, mantan menantunya digiring polisi di Mapolres Bangka.

Pria berinsial AR itu bahkan sempat menarik baju Anca dan mengumpat pria tadi, sebagai ungkapan kekesalan.
Hal itu dilakukan AR setelah Anca dipastikan menodai cucunya, yang juga merupakan putri kandung pelaku.

Kepada sejumlah wartawan AR meminta pihak kepolisian atau aparat penegak hukum menghukum Anca seberat-beratnya.

"Cucu saya ini (korban-red) memang lebih dekat dengan ayahnya (Pelaku, Anca). Karena ayahnya tidak bekerja dan lebih banyak di rumah. Kalau ibunya (NH), bekerja jadi biasanya seminggu sekali mereka dibawa ke rumah ayahnya (di Rambak)," kata AR.

Namun beberapa hari lalu lanjut AR, ketika pulang dari rumah pelaku, korban terlihat aneh. Raut wajah korban tampak pucat dan sering mengeluh sakit pada kemaluannya.
"Setelah ditanya, cucu saya (korban) bilang bahwa ayahnya yang melakukan perbuatan tak senonoh itu," ujar AR.

Padahal sebelumnya menurut AR, dia sempat menanyakan hal itu pada Anca. Namun Anca tak mengakui melakukan perbuatan tersebut.

''Sebelum kasus ini sampai di polisi Anca tidak mengakui melakukan hal itu. Setelah di polisi, dia baru ngaku," kata mantan mertua pelaku, AR. (fly)


No comments:

Post a Comment