
Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan warga masih memadati rumah orangtua korban kecelakaan yang tewas terbakar, Yuyun (30) dan anak balitanya (8 bulan) di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Minggu (12/6/2016) sore.
Di tengah keramaian rumah duka, ada seorang bocah berusia sekitar 1,5 tahun yang terus dipeluk dan digendong oleh kerabat korban.
Ternyata bocah itu bernama Arsya, anak sulung dari pasangan suami istri Yogi (30) dan Yuyun, korban kecelakaan maut di jalan raya Bakam-Pudingbesar
Arsya saat kejadian, kebetulan tidak bersama ayah, ibu dan adiknya. Dia tinggal bersama keluarganya di Desa Balunijuk, sementara ayah, ibu dan adiknya menetap di Muntok, Bangka Barat."Memang anak sulung korban ini tinggal bersama kakek dan neneknya di sini (Balunijuk). Seminggu sekali korban (ayah, ibu dan adiknya) pulang menjenguknya," ungkap tetangga dekat rumah orangtua korban.
Para tetangga korban baru saja minggu lalu atau tepatnya di awal bulan puasa melihat Yogo, Yuyun dan anak bungsunya pulang ke kediaman orangtuanya di Balunijuk."Memang korban sudah jarang terlihat karena ikut suaminya bekerja di Kabupaten Bangka Barat," kata warga Balunijuk.Terkait sumber api dalam kecelakaan serta penyebab pasti hingga tewasnya ibu dan anaknya tersebut masih belum dapat diketahui pasti.
Keluarga maupun tetangga orangtua korban belum mengetahui kronologis tabrakan mautToyota Kijang dan Suzuki Karimun di Jalan Raya Desa Puding-Bakam, Minggu (12/6/2016) siang.
Penulis: Ajie Gusti PrabowoEditor: fitriadiSumber: bangkapos.com
No comments:
Post a Comment